NO PROTES DI PERHELATAN FINAL GRAND MASTER CHEF
Menuju Grand Final Master Chef Indonesia Musim 8 yang Terkesan "Simpel"
By Blue Orchid
Master Chef Indonesia Season 8 memang telah usai, dengan Jesselyn Lauwreen sebagai pemenangnya (selamat ya, Dek!). Tetapi sampai detik ini masih saja ada hal yang menggelitik di hati tentang cara seleksi menuju grand final yang terkesan "simpel".
Seperti halnya para juri yang pada episode-episode awal secara tersirat membandingkan kualitas peserta Master Chef Indonesia Musim 8 dengan peserta Master Chef Indonesia musim-musim sebelumnya, saya pun ingin membandingkan cara penentuan siapa yang berhak masuk grand final Master Chef Indonesia 8 dengan Master Chef musim sebelumnya.
Pada saat penentuan siapa yang berhak masuk grand final Master Chef Musim 7, galeri Master Chef kedatangan tiga bintang tamu chef profesional, yaitu Chef Vindex Tengker, Chef Degan Septoadji, dan Chef Peter Glen Rotinsulu yang akan memberikan Dish Duplication Challenge
Tiga kontestan yang masuk tiga besar Master Chef Indonesia musim 7, yaitu Audrey Wicaksana Tanaja, Nindy Novitasari Sanyoto, dan Jerry Andrean harus masak tiga sesi untuk menduplikasi masakan para chef profesional tersebut. Hidangan peserta harus semirip mungkin dengan yang dibuat Chef Vindex dan kawan-kawan. Dari mulai tampilan, tekstur, hingga rasa. Mereka diperbolehkan untuk melihat dan bertanya kepada para chef tersebut selama proses pembuatan masakan berlangsung.
Pada Dish Duplication Challenge sesi pertama Audrey, Nindy, dan Jerry ditantang untuk membuat duplikasi hidangan dari Chef Vindex Tengker, yaitu Baked Barramundi with Bubur Menado Risotto & Shrimp Paste Sambal alias mengolah ikan baramundi dengan rissoto. Tingkat kematangan ikan yang pas, teknik mengolah rissoto yang benar, serta pembuatan foam kemangi harus sangat diperhatikan oleh para kontenstan.
Memasuki sesi kedua tantangan semakin sulit, Chef Degan Septoadji mendemokan cara memasak hidangan Jerman Zwiebelrostbraten mit Handgemachte Spätzle. Beliau mengajarkan cara membuat pasta atau spatzle homemade secara manual, di mana terdapat perbedaan cara pembuatannya dengan pasta dari Itali, suatu hal baru bagi para kontestan Master Chef Musim 7. Peserta juga harus menggoreng bawang bombay secara tepat dan menghidangkan steak dengan tingkat kematangan medium rare.
Sedangkan pada sesi ketiga Chef Peter Glenn Rotinsulu's mendemokan Dessert La Pomme Verte Dulcey yaitu dessert khas Perancis, berupa gula berbentuk apel hijau lengkap dengan komponen French meringue dan karamel. Para konstestan benar-benar harus mengerahkan segenap konsentrasinya karena pembuatan pastry ini membutuhkan ketrampilan dan ketelitian yang tinggi.
Bagaimana dengan Master Chef Indonesia Musim 8?
Kalau dilihat dari kualitas para kontestan Top 3 jelas bukan kaleng-kaleng. Dua di antaranya, yaitu Jesselyn Lauwreen dan Nadya sama-sama merupakan alumni sekolah kuliner dan perhotelan ternama, Le Cordon Bleu. Akan tetapi jika Nadya Putri lulus dari Le Cordon Bleu Australia, Jesselyn lulus dari Le Cordon Bleu Paris. Keduanya sudah teruji di galeri Master Chef piawai dalam mengolah berbagai hidangan dan beberapa kali menang challenge.
Suhaidi Jamaan alias Lord Adi yang merupakan satu-satunya peserta pria yang tersisa di tiga besar juga berlatar belakang dunia kuliner dengan jam terbang tinggi serta delapan kali menang challenge di tantangan Master Chef Indonesia Musim 8, baik tantangan individu maupun team.
Acara tiga besar Master Chef Indonesia 8 dibuka dengan tantangan memasak hidangan pembuka alias appetizer dengan bahan dasar ikan King Cobia. Ikan spesial yang biasa disebut Salmon Hitam ini harus diolah menjadi hidangan yang lezat, meskipun terdengar sangat asing di telinga ketiga peserta. Tantangan tersebut dimenangkan oleh Adi yang menyajikan masakan "Cured Cobia Fish With Gulai Jelly" dan harus tetap ikut memasak di sesi berikutnya.
Pada tantangan kedua, ketiga kontestan diharuskan memasak burung dara menjadi sebuah hidangan utama atau main course. Hidangan Jesselyn unggul karena dinilai para juri paling baik tingkat kematangannya hingga ia menjadi kontestan pertama yang lolos ke grand final Master Chef Musim 8, sedangkan Lord Adi dan Nadya harus masuk ke pressure test.
Di pressure test ini kedua kontestan harus mengolah alpukat menjadi hidangan dessert. Pada sesi tersebut, Nadya menyajikan Es Teler Cake with Avocado, sementara Lord Adi menyajikan Alpukat Cendol Dawet dengan Ketan.
Juri menilai hidangan Nadya kurang manis sedangkan hidangan Lord Adi keasinan, yang menyebabkan Lord Adi harus pulang dan Nadya lanjut ke babak grand final Master Chef Indonesia Musim 8 bersama Jesselyn. Simpel, bukan?
Padahal menilik rekam jejak para kontestan tiga besar tersebut di galeri Master Chef Indonesia 8, saya berharap saat penentuan siapa yang berhak masuk grand final akan ada suguhan tontonan yang menarik, mendebarkan serta menunjukkan skill tingkat dewa yang mereka punya.
Meskipun tidak ada duplicate dish para chef profesional tetapi saya sudah membayangkan para juri akan memberikan tantangan dengan tingkat kesulitan cukup tinggi, serta akan ada pressure test yang mendebarkan di Top 3 Master Chef Indonesia Musim 8 yang nantinya akan dilewati para kontestan dalam beberapa babak. Seperti halnya saat Top 11, di mana para kontestan yang masuk pressure test harus memasak sebanyak tiga babak dengan bahan makanan dan peralatan yang telah tersedia di bench masing-masing.
Begitupun saat penentuan siapa yang berhak masuk Top 6, para peserta yang masuk pressure test diharuskan membuat tiga hidangan berbahan dasar telur dari Jepang yang dibagi menjadi tiga ronde. Meskipun terlihat sederhana tapi dibutuhkan trik khusus.
Namun ternyata jauh antara ekspektasi saya dan kenyataan. Tantangan ikan King Cobia mampu dilewati para kontestan Top 3 dengan baik, tanpa kesulitan berarti. Pressure test untuk mendapatkan satu tiket grand final Master Chef Indonesia Musim 8 pun ternyata hanya terdiri dari satu babak yaitu membuat dessert dengan bahan dasar alpukat, buah yang sangat familiar bagi kedua peserta yang jago masak sehingga tidak ada kesulitan yang berarti bagi keduanya.
Ya sudahlah, perhelatan sudah selesai. Namanya saja ajang kompetisi yang berbalut reality show, jadi suka atau tidak terima saja acaranya. Penonton harap maklum dan berbesar hati. Semoga Master Chef Indonesia musim berikutnya lebih seru lagi saat acara penentuan siapa yang berhak masuk grand final.

Komentar
Posting Komentar