MENJADI PEREMPUAN TANGGUH Di MASA PANDEMI

 Ditulis kembali oleh Afiati bunda Fatimah


Terima kasih kepada Ibu Dewi Umroh yang telah memberi kesempatan untuk mengikuti webinar Wanita Tangguh, Barokallah juga kepada semua pembaca Aamiin yarobbal aalamiin



Sabtu, 18 September 2021

Narasumber : Ibu Yulianti Muthmainah

Co Host : Ibu Dewi Umroh, S.Psi



Isu gender selalu menjadi tema yang menarik di sepanjang generasi pertumbuhan literasi. 

Perempuan tidak hanya menemani laki laki dalam berkeluarga tetapi juga multitalenta, multi fungsi yaitu membina anak-anak



sebagai cikal bakal generasi baru, bahkan sekarang telah bergeser kepada membantu suami dalam mencari nafkah dalam kehidupan swhari-hari. 


Tetapi apalah itu, tetap di dalam keluarga, budaya yang erat pada masyakarat kita (budaya Jawa sebagai sumber inspirasi) adalah dapur sumur dan kasur. Itulah sebabnya beberapa laki-laki mengesampingkan kebermaknaan seorang isteri dalam rumah tangganya. 


Tidak hanya Indonesia saja, bahkan sejak zaman jahiliyah dulu, sayyidina Umar bin Khotob telah mengubur hidup-hidup anak perempuan beliau yang masih berusia 10 tahun karena malu. Peristiwa demikian dapat menggambarkan betapa jatuhnya harga perempuan kalau itu. 




Berbagai Bentuk bentuk kekerasan pada Perempuan




Kita kadang tidak menyadari telah terjadi banyak ketidakadilan pada perempuan di dalam rumah tangga. Mendapatkan kata kata celaan setiap hari terhadap masakan, misalnya hal itu merupakan KDRT secara psikis. 

Suami tidak memberikan uang yang cukup kepada isteri karena terlmpau pelit, sebenarnya merupakan bentuk KDRT ekonomi kepada isteri. 


Seorang isteri tidak diinjinkan bersosialisasi, cukup di rumah saja (jadi seperti protokol kesehatan ya 😄), hal itu juga merupakan bentuk KDRT sosial, dan masih banyak lagi bentuk KDRT yang kadang tidak kita rasakan karena perempuan sudah terbiasa dalam budaya menerima apapun perlakuan suami sebagai salah satu bentuk ketaatan pada suami sebagaimana anjuran agama dan budaya patriarki pada masyarakat kita. 


So Bagaimana dengan Childfree?

Menikah artinya hidup bersama antara dua individu dalam suatu ikatan legalitas hukum agama maupun hukum etika masyarakat. 

Sebenarnya tujuan pernikahan bukan untuk memproduksi anak, tetapi menghalalkan hubungan sehingga menjadi bernilai ibadah. Sakinah Mawaddah Warohmah sehingga bernilai ridlo. Ridlo suami isteri apakah mau memiliki anak atau tidak memiliki anak. Jika suami isteri ridlo tidak memiliki anak tidak haram dalam hubungan suami isteri dalam keluarga. 

Hal yang tidak diperbolehkan dalam agaman  adalah, jangan sampai takut terhadap kemiskinan akan membunuh  anak-anakmu. 

Perihal memiliki anak sudah diatur pada tahun 1994 dalam konferensi Kairo (Mesir) bahwa memiliki anak atau tidak memiliki anak, hamil adalah hak perempuan. 

Perempuan yang memiliki diri dan sebagai obyek yangengalami perubahan pada tubuhnya (apakah mungkin chef Juna sudah mengetahui hal ini sehingga doi berpendapat demikian, wallahu alam, yang jelas gentle sekali salut sama beliau). 

Hal yang sering terjadi masa masyarakat kita justru sebaliknya, keputusan ada pada suami semata, sehingga hal ini menjadi tidak seimbang. 


Berbagai Cara Perempuan Menghadapi

Apapun yang terjadi pada femomena-fenomena seperti tetap korbannya adalah perempuan. Berbagai cara perempuan mengcounter itu semua, 


Ada perempuan yang tidak mampu bertahan lalu mengajukan gugatan cerai pada suaminya karena bagaimanapun mempertahankan toxic relationship dalam rumah tangga adalah suatu hal yang mudhorot dan konyol.


Tetapi ada juga perempuan yang mampu bertahan, bisa karena memiliki saving entah bagaimana terampil dia mencari bisa dari anak-anak yang yang bisa diajak bernegosiasi untuk diam diam meminta uang pada suaminya, bisa dengan cara berjualan apa saja yang bisa dilakukan. 


Beruntung bagi beberapa perempuan yang dapat mencari nafkah atau membantu mencari nafkah suami untuk menunjang perekonomian keluarga. Setidaknya ada rasa segan dari suami pada isteri yang dapat mencari nafkah bagi keluarga. 


Betul bahwa berbagai tipe perempuan dalam menghadapi kekerasan yang dapat terjadi dalam keluarga, tetapi marilah setidaknya marilah menjadi perempuan yang mampu menegosiasikan tubuhnya dan keinginannya pada orang lain. 


Bila KDRT dalam keluarga jangan didiamkan, tetapi marilah bernegosiasi dan menyampakkan keinginannya pada orang lain. Pernah kah suatu saat, ibu -ibu pembaca melihat suami nya bercanda-canda sedikit mesra dengan perempuan lain, lalu emnegur suami "Yah bunda crmburu lo, ayah seperti itu pada perempuan itu". Hayo siapa yang seperti itu silakan tunjuk jari. 

Haa kelihatannya norak dan naif, tetapi itu direkomendasikan, dan dibolehkan. Setidaknya suami kita tahu bahwa isterinya cemburu, masalah suaminya mau menghentikan atau tidak setidaknya langkah awal sudah ibu-ibu tempuh. 


Menghadapi Suami yang Tidak Adila

Bagaimana jika suami temperamental? Ada pendapat yang mengatakan, pada seseorang yang sedang marah, sesungguhnya terdapat 1 lubang yang terbuka pada diri orang tersebut. Butuh terapi khusus untuk menutup lubang tersebut. 

Apakah perilaku seorang laki-laki dapat berubah? Ya tentu saja karena pada dasarnya setiap manusia dilahirkan ke dunia dalam keadaan fitrah (suci). Hanya lingkungan dan pembentukan dalam pettimbuhannya yang membuat berubah dan bertumbuh menjadi pribadi yang berbeda-beda. 


Tidak ada anak yang nakal yang ada adalah anak yang salah asuh, melihat KDRT dalam keluarga, atau berasal dari latar belakang keluarga yang broken home (macam pedofilia, lesbian atau homo atau transgendet begitu karena didominasi salah satu orang tua, bisa dominan ibu atau dominan ayah) 


Perlu ada orang yang disegani untuk menghentikan semua sikap tidak adil pada isteri

Perlu adanya kekuatan hukum untuk meredam semua ketidakadilan perempuan

Dilakukan berbagai pendekatan, psikologis dan keilmuan

Dan terakhir memohonkan doa dengan penuh kesabaran. 


Jika budaya patriarki dan ketidakadilan pada perempuan sulit untuk digeser pada masyarakat kita, maka setidaknya kekuatan negosiasi dan mengemukakan keadaan diri itu penting untuk dimengerti orang lain bagi perempuan. Bersama mari menjadi wanita yang kuat dan tangguh demi kebaikan dalam rumah tangga










Komentar

Postingan Populer