YANG TAK TERHENTIKAN

Mimi Mikaila

Seperti sedang menghadapi mata pelajaran Bahasa Indonesia berupa belajar menulis resensi buku. Alih-alih gagal membuat opini karangan maka jadilah ringkasan konflik Israel Palestina. Tidak apalah setidaknya jadi tahu bagaimana sejarah juga tahu situasi yang ada di dunia saat ini.


 

Sudah lama tidak mendengar permusuhan Israel dan Palestina, tampaknya permusuhan kembali dimulai sejak ramadhan sampai setelah Iedul Fitri ini. Konflik yang telah terjadi lebih dari tujuh puluh tahun sejak awal 1900-an sebelumnya kembali memanas.

Penyebab Konflik

Konflik antara Israel dan Palestina bermula ketika Israel yang telah lama meninggalkan Palestina karena diusir Nebukadnezar Romawi ke berbagai negara kembali menginginkan daerah Palestina yang dikuasai Inggris (setelah memenangkan melawan Kesultanan Utsmani) pada tahun 1897. Bangsa Yahudi di perantauan ingin kembali ke Palestina karena mendapat perlakuan yang tidakdiharapkan, seperti di Eropa Timur mendapat diskriminasi orang Eropa (anti-semit), Di Jerman dikerjar Nazi. Israel yang lari dari Eropa setelah Perang Dunia I datang berduyun-duyun ke daerah Zion sehingga disebut zionis Israel, yaitu gerakan mengamankan diri dari penganiayaan di Eropa dan kembali ke daerah leluhur (wilayah yang diapit Suriah, Yordania, Mesir dan Laut Mediterania).

Yahudi menginginkan kembali ke Palestina disebabkan disamping dulu pernah tinggal di sebagian wilayah Palestina, juga karena di Palestina terdapat Yerusalem sebagai tempat suci yang dipercaya baik umat Islam maupun umat Yahudi, tidak heran jika Israel menolak beberapa daerah yang ditawarkan Inggris termasuk Argentina. Bagi umat Islam sendiri, Yerusalem meupakan tempat suci ketiga setelah Mekah dan Madinah (AL Quds).

 

Tempat Suci

Di Kota Lama Yerusalem. Terdapat Temple Mount (orang Yahudi) atau Haram es-Sharif (Muslim). Hanya diizinkan 10.000 jemaah masuk ke sana. Tempat tersebut diyakini berada di bagian Timur Gunung Moria tempat dimana Abraham (Yahudi, Kristen) atau Ibrahim (Islam) mengorbankan anaknya Iskak (Yahudi) atau Ismail (Islam)

 

 

Di tempat seluas 144.000 itu berdiri Jami’ Al Aqsha (bangunan berkhubah biru) dan Qubbat A- Sakhrah atau Dome of the Rock atau Kubah Shakhrah (bangunan berkubah emas) dan berbagai situs lainnya. Orang sering pula menyebut Haram esh-Sharif sebagai Kompleks Masjid Al-Aqsa.

Di Qubbat As-Sakhrah dulu terjdai peristiwa Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Mi’raj adalah perjalanan Nabi dari bu,I menuju Sidratil Muntaha, langit ketujuh, yang merupakan tempat tertinggi. Karena itu, Yerusalem menjadi kota suci ketiga setelah Mekkah dan Madinah. Yerusalam pernah menjadi kiblat umat muslim pada periode awal sebelum dipindah ke Mekkah.

Sementara orang-orang Yahudi meyakini di kompleks itu pula dahulu dibangun Kenizah Allah pertama (1000-576SM) yang dihancurkan oleh Babilonia dan kedua (586SM-70M) dan dihancurkan oleh Romawi. Mereka meyakini bahwa nantinya di akhir zaman Yahwe Tuhan Allah mereka akan hadir kembali dalam kepenuhan-Nya.

 

 

Israel merasa mendapat legalitas setelah dalam Deklarasi Balfour 1917 dari James Arthur Balfour dari pemerintah Inggris yang mendapat mandat dari PBB untuk membantu Israel memiliki daerah, menyetujui tanah Palestina sebagai national home bangsa Yahudi. Israel semakin berkeinginan untuk memiliki wilayah sehingga setelah menerjang melebihi wilayah pembagian PBB 1947 yang membagi tiga (wilayah Israel bagi orang Yahudi, wilayah Palestina bagi orang Arab Timur Tengah dan wilayah Yerusalem sebagai zona internasional khusus) kemudian langsung mendeklarasikan kemerdekaan pada 14 Mei 1948. Israel sudah melanggar kesepakatan hubungan internasional dam hukum kesepakatan internasional, sementara warga Palestina yang terusik dan tidak terima atas perluasan wilayah Israel melawan dan menjadi konflik sampai sekarang.

 

 

Tidak  Terhentikan oleh PBB 

Konflik Israel Palestina meskipun merupakan konflik dua negara tetapi dalam perkembangannya telah menarik perhatian dunia. Negara-negara lain betul-betul sangat prihatin mendapati rakyat sipil  dalam jumlah ribuan yang telah menjadi korban, sebagian besar tidak ada hubungannya dengan pasukan Hamas yang didukung Iran maupun Israel. Pertempuran yang tidak seimbang karena memakan banyak korban jiwa rakyat Palestina tidak membuat Israel bergeming, bahkan masukan negara lain tidak teracuhkan oleh nya. Israel merasa memiliki power, dengan didukung Amerika serta memiliki bargaining posisi tinggi di dunia dengan tingginya ilmu tehnologi yang dmilikinya. Sikap Israel yang hanya memperhatikan kepentingannya tanpa memperhatikan kepentingan lain tercermin dari beberapa kali negara tersebut melanggar berbagai kesepakatan, resolusi Negara Arab untuk berdamai dengan Palestina pada tahun 1967, dan yang terbaru kesepakatan Abraham bersama beberapa negara di Timur Tengah  (Turki, Yordania, Mesir, Bahrain, Uni Emirat Arab) bahwa Israel berjanji tidak akan melakukan aneksasi terhadap Palestina). 

Konflik Israel Palestina diperparah karena Amerika ditengarai cenderung mendukung Israel untuk menyerang Palestina, sementara Hamas didukung pasokan senjata dari Iran dengan sekian banyak roket, sehingga hal ini menimbulkan banyak korban dari warga sipil Palestina. Cina, Perancis juga Rusia mendukung Palestina, sedangkan beberapa negara lain mendukung Israel ada juga yang abstain. Sebagian besar karena simpati terhadap warga sipil Palestina yang menjadi korban bombardir pasukan Israel (ISIS sendiri tidak menyukai Hamas sehingga tidak tampak dukungan ISIS terhadap Palestina pada saat ini). Dukungan negara luar tersebut menambah panas suhu konflik kedua negara tersebut. Konflik sedikit banyak telah menyedot perhatian dunia, beberapa Negara sudah mengulurkan bantuan dan menjadi terganggu karenanya. Negara Timur Tengah disebutkan telah menjadi rugi sekitar 5% disebabkan konflik kedua negara tersebut.

Saat ini baik Israel maupun Palestina sepakat untuk gencatan senjata, rakyat Palestina menyambutnya sebagai perayaan seperti Iedul Fitri. Rakyat Palestina  (terbagi menjadi 3 kelompok : Front Pembebasan Rakyat Palestina/PLO, Fatah dan Hamas) sudah lelah menjadi korban, seharusnya gencatan senjata ini dilakukan lebih awal. Beruntung Mesir telah berhasil memfasilitasi upaya perundingan damai tersebut. Adapun hasilnya kita belum dapat memprediksinya, sebenarnya cukup pesimis karena sudah berulang kali Israel melanggar kesepakatan Dewan Keamanan PBB 242 dan 388 sementara PBB tidak menegur pelanggaran tersebut sehingga merugikan Palestina, but who knows? Semoga ada keuntungan kedua pihak yang dapat dicapai melalui perundingan perdamaian tersebut terlebih dengan memperhatikan kepentingan sekitar.

 


Sikap Indonesia

Bangsa Indonesia peduli disamping karena amanah Pembukaan UUD'45 juga karena mengusik rasa kemanusiaan kita. Berbagai tokoh Indonesia turut berprihatin atas keadaan di Palestina : KH Hasyim As'ari yang menjadikan tanggal 27 Rajab sebagai hari Palestina. Pada tahun 80-an Gus Dur pun sudah menggalang dana untuk Palestina bersama Sutardji Calzoum Bachri dkk. Di kalangan Yahudi, Alberit Einstein melalui suratnya mengecam orang-oran yang saat itu berencana menjajah Palestina. Bahkan Irlandia yang belum mengakui kemerdekaan Palestina pun menjadi negara terdepan yang membela Palestina karena mengedepankan perikemanusiaan.

Masyarakat Indonesia menyambut konflik Israel Palestina dengan perang media sosial, Pro dan Kontra. Negara Indonesia. Palestina melalui mufti Muhammad Amin Al Husaini dan Muhammad Taher Ali (saudagar kaya) merupakan orang pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia sebagai pernyataan de jure negara lain melalui siaran radio Berlin dua hari berturut-turut. Palestina mengakui kemerdekaannya pada saat menghadapi imperialisme Inggris dan zionisme Israel. Pengakuan kemerdekaan menyusul dilakukan oleh Mesir, Libanon, Suriah, Irak, Arab Saudi, Yaman, Afganistan, Iran dan Turki. Indonesia disebut berhutang kemerdekaan kepada Palestina sejak KAA tahun 1955 (Zon, 2021).

Bangsa Indonesia bersikap sesuai dengan konstitusi UUD’45 di dalam Pembukaan, yang menyebutkan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Ibu Retno Marsudi Menteri Luar Negri RI menyampaikan himbauan RI di depan DK dan parlemen PBB supaya mendukung seluruh dunia untuk segera menghentikan agresi dan aneksasi Israel atas Palestina sehingga menimbulkan banyak korban (extra ordinary action secara global).

Kita seyogyanya menjunjung tinggi kemerdekaan, kebebasan dan hak dasar manusia untuk hidup di bumi. Dunia modern semestinya menciptakan kemerdekaan dan perdamaian abadi untuk semua bangsa di muka bumi demi terciptanya peradaban umat manusia yang hidup bersama secara bermartabat dan berdaulat. Seluruh dnia yang pro demokrasi hak asasi manusia serta anti kekerasan dan peperangan, mesti bangkit sersama menghentikan segala bentuk ekspansi dan serangan bersenjata oleh satu negara atau pihak terhadap negara atau pihak lain yagn berhak atas kemerdekaan, kebebasan dan perdamaian di atas bumi demikian dibacakan ibu Melu RI di depan sidang parlemen PBB dan DK PBB (Marsudi, 2021)

Dari berbagai sumber  :

https://www.kompas.id/baca/opini/2021/05/17/benang-kusut-konflik-israel-vs-palestina/

https://www.republika.co.id/berita/qtcgnv335/fakta-yang-perlu-diketahui-tentang-orang-arab-israel (seperti disebut ibu Siti Mutiah [Pakar UGM])

https://www.republika.id/posts/16872/amerika-dan-lobi-yahudi (seperti prediksi, praktis sebenarnya bahaya dan merugikan buat Amerika sendiri)


Komentar

Postingan Populer