BERBUAT BAIK DAN PRODUKTIF, LEWAT NYANTRI
Daripada belum nemu2 artikel lama2 saya menyukai bentuk tulisan semi catatan hati seperti dbawah ini cenderung curcol 👇🏻
Menarik sekali apa yang dituliskan ibu Nazillah dari Ngemplak solo, sudah sangat layak disebut calon doktor dengan curahan tulisannya yang enak dibaca dan menarik diikuti
Senang rasanya menangkap hikmah dibalik artikel-artikel tsb, menurut beliau harus banyak membaca jurnal, merangkum dengan tehnik membaca yg cepat dan efektif efisien waktu, itu adalah sebuah ilmu yang jarang dimiliki dan ingin saya bisa supaya bisa ekspert (seperti para anggota santri nusantara menulis yang lain dengan berbagai disiplin ilmunya) di usia senja
Sementara saya membaca buku *Ethos* *of* *Sakura* dan *Artificial* *Inteligensia* saja belum bisa beranjak dari halaman 7 itupun butuh perjuangan keras untuk membacanya krn jarang ada waktu senggang kalau tidak untuk merebahkan diri ke pembaringan dan menenangkan pikiran ekstraordinary seharian. Rugi kalau tidak sampai katam mbaca karya sang Maestro menulis Prof Imam Robandi, jadi lebih baik lambat daripada tidak membaca itu ungkapan yang paling tepat bagi saya saat ini
Berada di grup grup santri nusantara menulis memang suatu copping yang murah dan ringan serta cepat dan mudah aksesnya hanya melalui whatshapp. Sungguh beruntung saya bisa masuk dan mendapat akses ke sana, maturnuwun kepada bunda Dewi Umaroh yang sudah memasukkan di awal dulu bergabung meski saya tidak pernah (jarang) aktif mengikuti
Dan juga terima kasih kepada Bapak pembina organisasi profesi kemarin atas kisi kisi kisah hidup yang inspiratif menarik untuk ditiru insan yunior di bawah beliau. Kadang ada yang bertanya : orang orang yang mau berbagi mengapa tidak segan untuk membagi ilmunya, membagi rahasianya? Mereka (kita yang awam) lupa bahwa kebaikan itu bak bisnis MLM, sekali ditularkan lalu ditiru orang pertama, orang pertama menularkan orang kedua orang kedua menularkan ke orang ketiga dst, jika setiap orang yang ditularkan ilmu tersebut menularkan maka penular ilmu tersebut akan mendapat kebaikan dari generasi pertama lalu generasi kedua ketiga dst sebanyak dan sejumlah berapa banyak dan berapa kali diperbuat dan dibagikan, masya Allah. Selamat kepada bapak ibu guru yang sudah mendapatkan kebaikan dunia (kompensasi mengajar) dan di akhirat karena ilmunya kepakai oleh para santrinya. Itulah kuasa Allah yang demikian adil dan bijaksananya.
Ternyata peluang untuk terus berkarya nyata luas terbuka, jadi tidak perlulah saya ini kawatir dengan semakin seniornya usia, semakin tersisih tentunya dengan persaingan dan seleksi alam, apalagi gantian roda berputar setiap orang memiliki zaman keemasan. Alhamdulillah masih bisa berbuat kebaikan, berkarya menanamkan ilmu atau kebaikan dan menjadi ekspert akan suatu hal. In sya Allah setiap kebaikan dan upaya kita selalu ada manfaatnya baik sekarang maupun suatu saat kelak. Untuk itu teruslah berbuat kebaikan tanpa melihat apa saja yang sudah kita berikan selama ini tanpa melihat apapun halangannya, semoga semakin besar manfaat yang dapat diraih
Malam semakin larut, mata semakin memburam karena ngantuk dan cape oleh oleh offroad ke Karangsari Jatinegara kemarin dengan komunitas ves Bregas karena agenda rapat kantor, kembali buku saya tutup pelan pelan ternyata saya belum sholat Isya karena tadi habis bepergian dengan anak. Sudah...semoga esok diberi kesempatan untuk nyantri lagi dan belajar dan bermanfaat terus sepanjang zaman aamiin yra
Akhir kata mohon pamit sekalian Bapak ibu semua, mohon bimbingan arahan untuk bisa produktif berkarya
selamat malam selamat istirahat
Pacul, 13 Juli 2020

Komentar
Posting Komentar