TERJEBAK RUTINITAS

11 September 2016



Kadang kita melihat setelah seseorang ditempatkan pada suatu ruang kerja tertentu dia berhenti untuk berkarya. Semula begitu giat, aktif bekerja memperjuangkan sesuatu atau menunjukkan sesuatu tetapi setelahberada di suatu ruang kerja mendadak berhenti, jalan ditempat bahkan kadang sayup sayup tidak terdengar. Berbagai kemungkinan bisa terjadi pada kondisi tersebut. 

Bisa karena  situasi keadaan nyaman comfort zone, ada yang menyampaikan sudah cukup lelah perjuangan,  disibukkan kegiatan yang lain, ada juga bilang terlalu sibuk karena beban pekerjaan. seperti yang terakhir ini sangat masuk akal juga tampaknya. stress/ beban tanggung jawab kerja atau mungkin juga terlalu banyak kesempatan terbuka lebar.

Sebenarnya tidak ada yang bisa berhenti untuk sebuah kreatifitas dan pengorbanan. Setiap orang masih tetap bisa berkarya tanpa batas ruang dan waktu. Setiap diri dan perbuatan bukannya akan mendapat akibat (bahasa halusnya balasan hmm :) ) sesuai dengan amalanyang kita lakukan. 
Pernah saya contohkan dalam suatu acara fasilitasi, terkadang suatu amal pengorbanan / dharma bakti tidak mesti dapat kita petik langsung hasilnya. Tahu kan,untuk sebuah biji mangga kira-kira peru berapa tahun untuk tumbuh menjadi sutu pohon yang berbuah lebat dan manis (kalau bibitnya manis tentunya :).

Seberat apapun pekerjaan jika dijalani dengan sabar dan tekun in sya Allah akan selesai juga, adapun kualitas kerja tergantung kompetensi dan kapasitas kita mengerjakannya. Jadi kurang benar bahwa situasi terjebak rutinitas kerja itu bisa diaminkan. Mari beraktifitas dan berkreatifitas, mau petik mangga atau tanam jagung yang penting ada saat dinantikan dan bisa bermanfaat untuk kehidupan. Tidak mesti kita yang memanfaatkan, siapa tahu saat panenkita sudah tidakdi tempat lagi, Tuhan yang membalas (quotes Prof Adi Heru di Yogyakarta :))

Hasil gambar untuk gambar kiprah skm

Komentar

Postingan Populer