Adventure to Dieng Platteau

14 Agustus 2016

Pernah ke Dataran tinggi Dieng, kawan-kawan? Wow amazing. Kita pergi ke tempat tertinggi di pulau Jawa, namanya Si Kunir (itu lho yang buat iklan minuman berenergy di tekevisi).

Acaranya pelepasan Bapak rekan kerja yang purna masa bakti, mengunjungi teman di Banjarnegara yang melahirkan putera keduanya, sekalian refresing menikmati keindahan alam.

Berhenti di dataran Dieng di lembahnya banyak homestay penduduk yg sengaja disewakan untuk para turis baik manca negara maupun turis domestik kayak saya ini hee....

Kami tiba malam hari pk020.00, acara pelepasan Bapak ren kerja, selesai pk23.00 istirahat sejenak membaringkan badan. Karena pagi dini hari kami harus cap cuz start the road walk.

Rasanya ga mungkin tidur itu malam, tepat pk02.00 guide membangunkan kami utk lanjutkan perjalanan, naik kendaraan menuju daerah pendakian. Ga kelihatan kanan kiri karena masih gelap, hawa dingin yang menyusup lapisan empat garda bajuku rasanya tidak bisa mengalahkan keingintahuanku atas keindahan ciptaan Allah yang sangat elok itu.

Sampai di desa tempat awal pendakian (kok ya ga tanya namanya) disana kami membeli perlengkapan mendaki seperti sarung tangan, tutup hidung serta topi penghangat badan. Hufff....bbrrrr.....empat garda bajuku masih tertembus dinginnya hawa Dieng platteau tersebut. Tangan dimasukkan saku dan kami menggoyang2kan badan sambil tersenyum senyum olala senangnya mau mendaki (saya sembunyikan rasa takut karena kakiku sebenarnya tidak kuat berjalan jauh ntar ditinggal lagi, ah gampang pulangnya pijat pikirku geli).

Heran juga pasar jam02.00 pagi di desa yang senyap tapi ramai sekali dikunjungi orang dari berbagai daerah. Jadilah kami ga takut karena mendaki ramai2, judulnya haha...

Tuk tuk tuk.....sampai lah di atas si kunir...berjubel orang di sana...ingin kenyaksikan kehadiranmu wahai sang matahari terbit. Galau lama menunggu ternyata dirimu malu menampakkan dirinya (bukan rejeki kami karena mendung bergelayut disertai gerimis kecil menambah dinginnya suasana), jadilah kami minum dan makan ringan di puncak yang ternyata di sulap jadi pasar kedai kopi dingklikan (padung kecil pakai kayu/ bambu), untuk menghangatkan diri.

Ada mushola kecil, namanya lucu mushola wc karena di situ orang ramai antri. Sholat pakai kloter dengan berdiri berdesakan yang penting bisa sujud aja. Di MCK pun antri, tapi lumayan budaya antri masyarakat kita disana sudah agak bagus ga perlu lah marah2 jatah kita direnggut orang seperti kalau di bawah.

Itu adalah gambaran ketika naik di puncak melihat matahari terbit. Bapak-bapak ibu-ibu sudah lanjut usia tidak kalah meramaikan suasana, termasuk temanku berani pula bawa anandanya untuk menikmati kebesaran Tuhan...Subhanallah..

Tidak hanya puncak si kunir saja, di sekitar dataran tinggi Dieng pun kita kelilingi obyek wisata lain. Candi candi, museum, kawah yang belerangnya sangat terasa baunya, juga bioskop yang dapat menceritakan sosio antropologi dieng dan masyarakatnya. Ohya bioskop...begitu bioskop bubar tampak beberapa dari kami tertidur pulas laaahh seperti dongeng menjelang tidur karena kantuk yang amat sangat wkwkwk....

Nah ini ni...gambar beberapa candi di sana. Herannya semakin siang udara justru semakin dingin. Sejuk tapi dingin...kabut menyelimuti pemandangan. Jarak jauh beberapa tertahan beberapa depa.
Sayang waktu tidak lama, besok sudah harus masuk kerja...terpaksa kami hentikan travelingnya ga sempat ke danau telaga warna.

Ini juga sudah sangat cukup, sangat puas dan indah....kapan-kapan perlu rasanya dikunjungi lagi. Sampai junpa lagi Dieng platteau, sometime wish to see you again

Komentar

Postingan Populer