PENELITIAN DESKRIPTIF - PROF NOTOATMODJO



Karya : Prof Dr Soekidjo Notoatmodjo,
Judul METODE PENELITIAN KESEHATAN
Penerbit : Rineka Cipta, Cetakan ketiga, September 2005

METODE PENELITIAN DESKRIPTIF
Adalah suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif. Metode penelitian deskripsi digunakan untuk memecahkan atau menjawab permasalahan yang sedang dihadapi pada masa sekarang. Langkah-langkah penelitian deskriptif meliputi pengumpulan data, klasifikasi, pengolahan/ analisis data, membuat kesimpulan, dan laporan.
Masalah yang diteliti dengan menggunakan metode deskriptif adalah masalahyang dewasa ini sering dihadapi, khususnya di bidang pelayanan kesehatan. Baik yang berkaitan dengan masalah yang mencakup yang mencakup banyak aspek, menelaah suatu kasus tunggal, mengadakan perbandingan antara suatu hal dengan hal yang lain, ataupun untuk melihat hubungan antara gejala dengan peristiwa yang mungkin akan timbul dengan munculnya gejala tersebut.
Metode deskriptif  sering digunakan dalam program pelayanan kesehatan, terutama dalam rangka mengadakan perbaikan dan peningkatan program-program pelayanan kesehatan tersebut.  Penelitian mengenai masalah metode pemberantasan penyakit menular misalnya, dapat mengngkapkan berbagai aspek terutama dari segi efisien dan efektifitas cara tersebut.

LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN DESRIPTIF
Secara umum langkah-langkah yang harus ditempuh dalam penelitian deskriptif antara lain :
1.       Memilih masalah yang akan diteliti
2.       Merumuskan dan mengadakan pembatasan masalah, kemudian berdasarkan masalah tersebut diadakan studi pendahuluan untuk menghimpun informasi dan teori-teori sebagai dasar menyusun kerangka konsep penelitian
3.       Membuat asumsi  dan anggapan-anggapan yang menjadi dasar perumusan hipotesis penelitian
4.       Merumuskan hipotesis penelitian
5.       Meumuskan dan memilih teknik pengumpulan data.
6.       Menentukan kriteria atau kategori untuk mengadakan klasifikasi data
7.       Menentukan teknik dan alat pengumpul data yang akan digunakan
8.       Melaksanakan penelitian atau pengumpulan data untuk menguji hipotesis
9.       Melakukan pengolahan dan analisi data
10.   Menarik kesimpulan dan generalisasi
11.   Menyusun dan mempublikasikan laporan penelitian

 JENIS-JENIS PENELITIAN DESKRIPTIF
1.       Survei (survey)
Survei adalah suatu cara penelitian deskriptif yang dilakukan terhadap sekumpulan objek yan gbiasanya cukup banyak dalam jangka waktu tertentu. Pada umumnya survey bertujuan untuk membuat penilaian terhdaap suatu kondisi dan penyelenggaraan suatu program di masa sekarang, kemudian hasilnya dgunakan untuk menyusun perencanaan perbaikan program tersebut.
a.       Survei rumah tangga (household survey)
Adalah suatu survey deskriptif ditujukan kepada rumah tangga. Biasanya pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada kepala lkeluarga, informasi mengenai kepala keluarga maupun anggota keluarga.
b.      Survei morbiditas (morbidity survey)
Adalah suatu survei deskriptif untuk mengetahui kejadian dan distribusi penyakit di dalam masyarakat atau populasi. Survei ini juga dilakukan untuk mnegetahui incidence suatu penyakit maapun prevalensi (prevalence)
c.       Survei analisis jabatan (functional analysis survey)
Survei ini bertujuan terutama untuk mengetahui tentang tugas dan tanggung jawab para petugas petugas kesehatan serta kegiatan-kegiatan para petugas tersebut sehubungan dengan  pekerjaan mereka. Survei dapat digunakan untuk mengetahui hubungan variable satu dengan lainnya.
d.      Survei pendapat umum (public opinion survey)
Survei ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh gambaran tentnag pendapat umum terhadap suatu program pelayanan  kesehatan yang sedang berjalan, dan yang menyangkut seluruh lapisan masyarakat.

2.       Studi atau penelaahan kasus (Case study)
Studi kasus dilakukan dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri atas unit tunggal. Unit tunggal di sini dapat berarti satu orang, sekelompok orang, sekelompok penduudk yang terkena suatu masalah, misalnya keracunan, atau sekelompok masyarakat di suatu daerah. Unit yang menjadi kasus tersebut secara mendalam dianalisis baik dari segi yang berhubungan dengan kasus itu sendiri, factor-faktor yang mempengaruhi, kejadian-kejadian khusus yang muncul sehubungan dengan kasus, maupun tindakan dan reaksi kasus terhadap  suatu perlakuan atau pemaparan tertentu. Pada studi kasus unit tunggal, namun diteliti secara mendalam, meliputi berbagai aspek yang cukup luas, serta penggunaan berbagai teknik secara integrative.

3.       Studi perbandingan (Comparative study)
Penelitian dengan menggunakan studi perbandingan dilakukan dengan cara membandingkan persamaan dan perbedaan sebagai fenomena untuk mencari factor-faktor apa, atau situasi bagaimana yang menyeb abkan timbulnya suatu peristiwa tertentu. Studi ini dimulai dengan mengadakan pengumpulan fakta tenang factor-faktor yang menyebabkan suatu gejala tertentu, kemudian dibandingkan dengan situasi lain, atau sekaligus membandingkan suatu gejala atau peristiwa dan factor-faktor yang mempengaruhinya, dari dua atau beberapa kelompok sampel. Setelah itu, selanjutnya ditetapkan bahwa semua factor yang menyebabkan munculnya suatu gejala pada objek yang diteliti itulah sebenarnya yang menyebabkan munculnya gejala tersebut, baik pada objek yang diteliti maupun pda objek yang diperbandingkan.

4.       Studi Korelasi (Correlation study)
Studi korelasi ini pada hakikatnya merupakan penelitian maupun penelaahan hubngan antara dua variable pada suatu situasi atau sekelompok subjek. Hal ini dilakukan untuk melihat hubungan antara gejala yang satu dengan gejala yang lain, atau variable yang satu dengan variable yang lain. Untuk mengetahui antara korelasi antara suatu variable dengan variable yang lain tersebut diusahakan dengan mengidentifikasi pula variable yang lain yang ada pada objek yang sama dan dilihat apakah ada hubngan antara keduanya.

5.       Studi Prediksi (Prediction Study)
Studi ini digunakan untuk memperkirakan tentang kemungkinan munculnya suatu gejala berdasarkan gejala lain yang sudah muncul dan diketahui sebelumnya. Misalnya memperkirakan tentang kemungkinan keberhasilan menurunkan angka kematian bayi berdasarkan pada cakupan imunisasi. Dalam bidang kesehatan, studi prediksi ini digunakan terutama :
a.       Untuk membuat perkiraan terhadap suatu atribut dari atribut lain. MIsalnya memperkirakan penurunan a gka kematian akibat kecelakaan dari berlakunya aturan penggunaan helm bagi pengendara motor.
b.      Untuk membuat perkiraan terhadap suatu atribut dari hasil pengukuran. Misalnya memperkirakan kemungkinan wabah muntaber dari hasil pemeriksaan air minum penduduk.
c.       Untuk membuat perkiraan terhadap suatu pengukuran dari suatu atribut. Misalnya memperkirakan status gizi anak balita dari status social ekonomi orang tua mereka.
d.      Untuk membuat perkiraan terhadap pengukuran dari pengukuran lain. Misalnya memperkirakan skor status gizi anak dari pengukuran berat badan per umur pada anak.

6.       Penelitian evaluasi (Evaluation Study)
Penelitian evaluasi dilakukan untuk menilai suatu program yang sedang atau sudah dilaukan. Misalnya penelitian evaluasi tentang perkembangan pelayanan Puskesmas, penelitian tentang program perkembangan penyakit menular, penelitian evaluasi tentang program perbaikan gizi, dan sebagainya. Hasil penelitian ini digunakan untuk perbaikan program-program tersebut. Dalam mengolah hasil penelitian evaluasi ini biasanya menggunakan analisis sederhana (persentase).

Komentar

Postingan Populer