PENYAKIT SESUAI KEWENANGAN PPK PRIMER



PERATURAN MENTERI KESEHATAN NO5 TAHUN 2014
TENTANG PANDUAN KLINIK KLINIS BAGI DOKTER DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN PRIMER

PANDUAN PRAKIK KLINIS BAGI DOKTER DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN PRIMER
·      Terwujudnya kondisi kesehatan masyarakat yang baik adalah tugas dan tanggung jawab dari Negara   
     sebagai bentuk amanah konstitusi yaitu UUD 1945.
·      Negara wajib melaksanakan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
·      Mutu pelayanan kesehatan ditentukan oleh faskes serta SDM yang berkualitas
·      SDM berkualitas diproduksi oleh peran organisasi profesi tenaga kerja yaitu dengan menjaga    
    kompetetnsi  anggotanya.
·      KODEKI Kode Etik Kedokteran Indonesia (sttandar minimal dokter)
·      SPK (Standar Pelayanan Kedokteran) harus dikuasai di lokasi pelayanan, terdiri atas PNPK dan SPO.  
    PNPK (Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran) dan SPO (Standar Prosedur Operasional). SPK 
    Mengacu pada SKDI (Standar Kompetensi Dokter Indonesia)
·      Dalam Menjamin mutu pelayanan dokter wajib mengikuti kegiatan Pendidikan Pengembangan 
    Keprofesian Berkelanjutan (P2KB).

Tingkat kemampuan dokter dalam pengelolaan penyakit di dalam SKDI :
1.      Tingkat Kemampuan I
      Mampu mengenali dan menjelaskan gambaran klinik penyakit
      Mengetahui cara yang paling tepat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut
      Menentukan rujukan yang tepat bagi pasien
      Mampu menindaklanjuti setelah kembali dari rujukan
2.      Tingkat Kemampuan 2
      Mampu menentukan diagnosis klinik
      Menentukan rujukan yang tepat bagi penanganan pasien selanjutnya
      Mampu menindaklanjuti setelah kembali dari rujukan
3.      Tingkat Kemampuan 3
      Mendiagnosis
      Penatalaksanaan awal
      Merujuk
      a)      Kemampuan 3A : Bukan gawat darurat
            Mampu membuat diagnosis klinik
            Memberikan terapi pendahuluan pada keadaan bukan gawat darurat
            Menentukan rujukan yang paling tepat
            Menindaklanjuti setelah kembali dari rujukan
      b)      Kemampuan 3B : Gawat Darurat
            Membuat diagnosis klinik
            Memberikan terapi pendahuluan pada gawat darurat menyelamatkan nyawa serta mencegah 
            keparahan/ kecacatan
            Mampu menentukan rujukan yang paling tepat
            Menindaklanjuti sesudah kembali rujukan
4.      Tingkat Kemampuan 4 : Penatalaksanaan secara mandiri dan  tuntas, Mampu membuat diagnosis klinik 
      dan penatalaksanaan mandiri dan tuntas
      a)      Kemampuan 4a : Kompetensi yang dicapai pada saat lulus dokter
      b)      Kemampuan 4b : Profisiensi (kemhiran) setelah lulus intersip dan atau Pendidikan Kedokteran    
             Berkelanjutan (PKB)

Dalam SKDI th 2012, dari 736 daftar penyakit terdapat 144 penyakit wajib tahu
Terdapat 275 keterampilan klinik yang wajib dikuasai
Selain 144 jenis tadi, juga harus tahu 261 yang harus dikuasai untuk merujuk

Beberapa factor penyebab masih adanya pasien yang seharusnya tidak perlu dirujuk: Kompetensi dokter, pembiayaan, dan sarana prasarana yang belum mendukung. Sebagian besar kasus masuk kriteria 4a (Riskesdas 2007 dan 2010).

Rujukan terjadi pada kondisi :
Pada pasien komplikasi,
Tingkat keparahan (severity of illness) 3 ke atas
Adanya penyakit kronis lain yang sulit
Daya tahan pasien menurun,
Butuh penanganan lebih lanjut

PPK (Panduan Praktik Klinik)
Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia No11 Tahun 2012 tentang Standar Kompetensi Dokter Indonesia meliputi pedoman pelaksanaan penyakit di pelayanan prmer, termasuk kriteria tingkat kemampuan 4a, 3B dan 3A terpilih.Katarak yang merupaqka tingkat 2 masuk kategori pelayanan primer karena prevalensnya yang banyak.

Pemilihan kriteria pada PPK berdasarkan kriteria :
1.      Penyakit yang prevalensinya cukup tinggi
2.      Penyakit dengan risiko tinggi
3.      Penyakit yang membutuhkan pembiayaan tinggi

STRUKTUR PENULISAN PANDUAN PRAKTIK KLINIS
SISTEMATIKA PPK
A.  JUDUL PENYAKIT (SDKI 2012)
Kode penyakit menggunakan ketentuan :
1)     ICPC 2 (International Clasification of Primary Care
      Khusus pelayanan primer; alas an kedatangan, diagnosis,
      penatalaksanaan
2)    ICD 10 (International Clasification of Diseases)
      Kodifikasi untuk RS, bentuk nomenklatur berdasarkan system tubuh,
      etiologi, dll
      Tingkat kompetensi berdasarkan Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia No11 th2012 tentang 
      Standar Kompetensi Dokter Indonesia.

B.   MASALAH KESEHATAN
     Pengertian dan prevalensi

C.  HASIL ANAMNESIS (SUBJECTIVE)
     Keluhan utama atau penyerta oleh pasien/ keluarga. Penelusuran meliputi factor risiko, riwayat keluarga, 
     riwayat social, dan riwayat alergi,

D.  HASIL PEMERIKSAAN FISIK DAN PEMERIKSAAN PENUNJANG SEDERHANA
     Berupa pemeriksaan fisik dan penunjang (pathognomosis)

E.   PENEGAKAN DIAGNOSIS (ASSESSMENT)
     Dagnosis ditegakkan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik. Beberapa penyakit membutuhkan 
     pemeriksaan penunjang, memuat klasifikasi penyakit, diagnosis banding, dan komplikasi penyakit.

F.    RENCANA PENATALAKSANAAN KOMPREHENSIF (PLAN)
     Penatalaksanaan berorientasi pasien (patient centered) terbagi atas non farmakologi dan farmakologi.    
     Berisi edukasi dan konseling terhadap pasien dan keluarga (family focus), komunitas lainnya community 
     oriented serta kriteria rujukan.

Kriteria RUJUKAN :
TACC (Time Age Complication Comorbidity) :
Time                         : perjalanan  penyakit digolongkan pada kondisi kronis melewati Golden Time Standart
Age                          : Usia pasien kategori yang dikawatirkan meningkatkan risiko komplikasi serta kondisi                                   penyakit lebih berat
Complikation            : complikasi yang ada memperberat kondisi pasien
Comorbidity             : gejala penyakit lain memperberat kondisi pasien

G.  SARANA PRASARANA
     Komponen fasilitas pendukung spesifik dan sarpras

H.  PROGNOSIS
     Kategori :
     1.    Ad vitam               : pengaruh penyakit terhadap proses kehidupan
     2.    Ad functionam       : pengaruh penyakit terhadap fungsi organ atau fungsi Manusia dalam melakukan    
                                         tugasnya
     3.      Ad Sanationam     : penyakit dapat sembuh total dan dapat kemabali kerja

Penggolongan :
1.    Sanam          : sembuh
2.    Bonam          : baik
3.    Malam          : buruk/ jelek
4.      Dubia          : tidak tentu/ ragu-ragu
Dubia ad sanam : tidak tentu/ ragu-ragu, cenderung sembuh/ baik
Dubia ad malam : tidak tentu/ ragu-ragu. Cenderung parah/buruk

Komentar

Postingan Populer