AF_DHA, MY FIRST ADVENTURE
MY FIRST ADVENTURE
“Pura-pura bodoh sangat berharga daripada
kelihatan pintar”
Dalam rangka : Rapat Koordinasi Pembuatan DHA Kabupaten/ Kota
Hari, Tanggal : Kamis, 31 Juli 2015
Tempat : Hotel C3 Ungaran
Ini adalah kali pertama perjalanan tugas ke luar
kota ku, bersama partner saya mbak Lina
yang manis. Perjalanan pertama ini kami diberi tugas untuk repat dan koordinasi
dalam pembuatan DHA
Apakah DHA itu? Kami tampaknya harus belajar lebih banyak :
I. Pembuatan District Health Account
· Proses menggambarkan
aliran anggaran dan biaya kesehatan dalam sebuah sistem kesehatan, mulai dari sumber sampai pemanfaatannya, alokasinya menurut kelompok penduduk, sosial ekonomi dan epidemiologi (Than Sien & Waheed)
· Pencatatan arus dana
kesehatan secara sistematis dan komprehensif dalam sistem kesehatan suatu negara/wilayah dalam satu tahun tertentu (Poulier/WHO)
1. District Health Account ini di dalam Program Presiden RI Joko Widodo, (Program Nawacita) masuk di dalam program ke lima yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program Indonesia Pintar, Indonesia Kerja dan Indonesia Sejahtera.
2. Tahun depan pembiayaan kuratif akan menurun diganti dengan meningkatnya pembiayaan preventif dan promotif, terutama untuk ibu hamil dari mulai kandungan sampai dengan lahir,
konsultasi transportasi untuk pasien di rumah sakit
3.
Buku RKP 2015
A. Sistem Jaminan Sosial Nasional (Demand and Supply)
1. Pengembangan SJSN dan
penguatan kelembagaan BPJS
Mengupayakan mengatasi tantangan seperti:
a) update peraturan,
b) perluasan kepesertaan,
c) integrasi jaminan social lain,
d) kesiapan pelayanan kesehatan, dan
e) menjaga kesinambungan finansial BPJS.
Sasaran SJSN
adalah perlindungan aset dan pendapatan keluarga agar mencegah kemiskinan dan mengurangi kesenjangan Jaminan Kesehatan Nasional
a. Meningkatnya cakupan kepesertaan JKN.
b. Meningkatnya jumlah fasilitas kesehatan
c. Meningkatnya kesiapan pelayanan kesehatan (supply side).
d. Meningkatnya kerjasama BPJS Kesehatan dan asuransi swasta.
e. Terbentuknya health technology assesement (HTA).
f. Terbentuknya sistem monitoring dan evaluasi terpadu JKN.
g. Terjaganya keberlanjutan keuangan BPJS Kesehatan.
B. Jaminan Ketenagakerjaan
a. Beroperasinya dan terlaksananya BPJS Ketenagakerjaan
b. Kepesertaan baru mencakup 23,5 % pekerja formal dan 2,5 % bukan penerima upah.
c. Terbentuknya rambu-rambu pengelolaan, serta skema pemantauan dan evaluasi
II Kebijakan Pembiayaan Kesehatan
1. 5% APBN; minimal 10% APBD dilluar gaji
2. Pasal 36 tahun 2009 pasal 171 (2) menyebutkan bahwa 2/3 untuk pelayanan publik
3. Meneruskan target MDGS
4. Mencapai Universal Health Coverage
5. Peningkatan SDM
Adapun Pendanaan DHA didapat dari :
1. Provinsi : APBN, APBD I, DAK, PLN, CSR
2. Kab/ Kota : APBN, APBD I, APBD II, CSR, PLN, JKN
Harus sinkronisasi dan sinergi tidak duplikasi
Kegiatan Utama DHA (District Health Account)
:
1. Costing
2. CBA, CEA, CUA
3. Regulasi BIAKES & JAMKES
4. Alokasi pendampingan dll
5. HTA CA untuk JKN
6. Monev Biakes & Jamkes
7. Dukungan Operasional dan penguatan JKN
8. Tarif JKN, premi JKN
9. Pembayaran dalam Jaminan Kesehatan
10.Pencatatan sesuai evidence base
III Pembiayaan Kesehatan di Provinsi Jawa Tengah
Dasar adalah UU No 36 Tahun 2009 : Pembiayaan dari Hulu (UKP) menuju Hilir (UKM)
Hasil District Health Account (DHA) yang sudah terjadi adalah :
· Kecukupan kurang : 4,5 % / capita / tahun
· Penurunan AKI AKB
· Beberapa program yang bermasalah dapat dicompare dengan pembagian anggaran, dapat juga diketahui program yang tidak efektif dalam arti sudah diberi biaya banyak tapi tidak efektif berjalan
· Ada juga yang sudah berhasil mendefinisikan, bahwa kebutuhan penurunan 1 permil AKI yaitu dengan menganggarkan pembiayaan kesehatan sebesar 1M
· Dapat diketahui perlunya keseimbangan preventif dan promotif (untuk salah satu kota di jawa
Tengah kuratif 98% dari total anggran)
Sehingga dapat disimpulkan bahwa manfaat DHA adalah untuk :
Untuk advocacy dan kecukupan pernecanaan dan penganggaran pembangunan kesehatan
Pengembangan DHA I
APBD meningkat 8-9% belanja langsung
RENCANA PENYUSUNAN DHA UJI COBA
Dibentuk Tim DHA yang dikuatkan dengan SK Bupati/ Walikota
1. Walikota/ Bupati
2. Sekretaris Daerah
3. BAPPEDA
4. Dinas Kesehatan
5. Rumah Sakit
6. BPS (tapi hanya data minimal data pengeluaran hanya 4 tahun sekali)
7. DPPKAD
Kesimpulan
Dalam penyusunan DHA dibutuhkan (Pengalaman daerah lain) :
a. Komitmen kuat
b. 1 bulan pengumpulan data
c. ½ bulan penyusunan data
d. Analisis data s/d rekomendasi
f. Pengerjaan DHA semakin njlimet semakin baik dalam arti X % kota, Y % Kecamatan, Z % Kelurahan
Mampukah Tim ini bekerja secara efektif dan efisien? nantikan episode selanjutnya...tetaplah bersama kami......
Afiati

Komentar
Posting Komentar