ASURANSI UNIT LINK
Asuransi ”unit link”
Unit link merupakan asuransi nontradisional. Ini merupakan asuransi dengan dua kantong, kantong untuk proteksi dan kantung investasi. Uang premi yang dibayarkan sebagian digunakan untuk membayar proteksi dan sebagian lagi ditempatkan pada reksa dana dalam bentuk unit link. Pemegang polis akan diminta memilih di mana akan ditempatkan investasinya, apakah pada reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap, atau pasar uang.
Produk unit link dimiliki hampir semua asuransi di Indonesia. Bahkan kadang brand asuransi di luar negeri tidak ada di Indonesia justru berkembang sangat pesat karena pada asuransi ini disamping terdapat premi untuk pertanggungan juga terdapat investasi untuk nasabah setelah umumnya tahun kelima akan mulai nampak hasil investasi. Karena adanya investasi inlah yang membuat produk unit link sangat berkembang di Indonesia meskipun banyak financial planner menyarankan untuk tidak membeli "jika tidak memahami dengan benar". Sebab tidak jarang para agen asuransi kurang menyampaikan semua informasi penting yang terdapat di dalam unit link yang mestinya diketahui oleh nasabah/ calon nasabah.
Banyak financial consultan menyampaikan bahwa jangan beli produk unit link bila anda tidak paham benar” . “apakah unit link merupakan suatu Investasi atau bukan?” Bentuk investasi ini tidak direferensikan oleh Manager Keuangan dan Perencanaan keuangan yang Independent, hal ini sangat menarik untuk diketahui.
Saya akan coba Kupas apa sih Unit Link itu?
Jenis polis ini sangat digemari oleh perusahaan asuransi dan para pemegang polis (saat ini), terlihat dari pertumbuhan industri asuransi jiwa di tanah air jenis unit linked merupakan kontributor premi yang terbesar bagi banyak perusahaan asuransi jiwa. Ini adalah situasi yang kondusif bagi perusahaan asuransi karena dengan produk ini secara jangka panjang akan lebih mempercepat pertumbuhan rasio RBC (risk base capital) yang merupakan rasio resiko berbanding modal dengan minimum angka yang disyaratkan oleh pemerintah melalui Ditjen perasuransian adalah sebesar 125%. Perusahaan asuransi yang banyak menjual produk unit linked dapat dipastikan akan memiliki RBC yang tinggi karena perusahaan asuransi tidak menjaminan nilai tunai maupun nilai investasi yang diinvestasikan oleh nasabah, seluruh resiko kinerja dana investasi menjadi tanggungan nasabah itu sendiri.
Produk unit link memiliki produk proteksi asuransi juga produk invetasi sendiri yang terbangun menjadi satu kesatuan. Nasabah yang relatif berkantong tipis pun dapat dengan mudah mendapatkan proteksi dan melakukan investasi karena dapat dilakukan dengan jumlah nilai investasi yang relatif terjangkau dengan premi yang disesuaikan dengan usia nasabah, dimana semakin muda bergabung dengan asuransi proteksi akan semakin tinggi dan investasi yang terbangun pun akan semakin besar dibandingkan dengan usia tua yang ikut asuransi karena terbentur nilai aktuaria statistik. Kelebihan produk unit link adalah investasi dapat likuidi sepanjang mencukupi untuk diambil. Biasanya setelah minimal 5 tahun karena selama lima tahun tersebut tergerus oleh biaya akuisisi, koasuransi, administrasi, dll, tahun kelima inipun masih memiliki nilai investasi yang kecil karena pada tahun itu baru terbentuk nilai investasi yang sebenarnya. Semakin besar nilai investasi dapat dicadangkan untuk membayar premi asuransi sehingga dapat dilakukan cuti premi (tidak membayar premi asuransi). Dana akan semakin terbentuk setelah tahun kesepuluh, ke atas, dan hal inilah salah satu faktor yang membuat para financial planner tidak menyarankan investasi karena untuk masa jangka panjang, disamping juga nilai invesatsi tersebut tidak dijamin dalam polis asuransi sebesar apapun nilai ilustrasi yang diimingkan.
Sebuah asuransi yang baik akan lebih mengedepankan proteksi daripada investasi, karena itulah tujuan utama sebuah asuransi yaitu berjualan proteksi baik jiwa maupun rider-rider lainnya. Pilihlah asueransi yang memiliki akuisisi dan beban biaya terkecil serta pertanggungan proteksi yang besar pada produk unit link ini.
Pertama-tama, perlu disadari bahwa sejalan dengan kemudahan yang ditawarkan oleh produk unit linked, terdapat biaya-biaya yang dibebankan kepada nasabahnya seperti Biaya Asuransi (sesuai dengan usia dan jenis kelamin nasabah), Biaya Administrasi dan Biaya Pengelolaan Investasi. Berikut ini adalah penjelasan biaya pada unit linked:
- Biaya Pengelolaan Investasi. Umumnya perusahaan asuransi ada yang membebankan biaya ini di muka sebelum dana masuk ke dalam porsi investasi. Biaya ini dapat berupa Biaya Awal (biasanya sebesar 5% dari dana yang diinvestasikan) dan ada juga yang menggunakan metode bid-offer price yaitu dana yang masuk akan dibagi dengan harga jual (offer price) serta dana yang keluar atau ditarik oleh nasabah akan dikali dengan harga beli (bid price). Selisih dari bid-offer price biasanya sebesar 5% (umumnya dihitung dari offer price). Bagi nasabah yang ingin menarik investasinya dari unit linked yang menggunakan metode bid-offer price mutlak harus menghitung tingkat pertumbuhan yang sedang terjadi sejak dana tersebut masuk, dikurangi selisih bid-offer price.Perusahaan asuransi juga membebankan Biaya Pengelolaan Dana oleh Manajer Investasi yang besarnya bervariasi antara 0.5% – 2% pertahun dan sudah diperhitungkan dalam harga unit. Tingkat biaya ini tergantung dari jenis investasi yang dipilih oleh nasabah (reksa dana pendapatan tetap, saham atau campuran), besarnya dana yang dikelola, serta keuntungan yang diinginkan oleh perusahaan asuransi jiwa.
- Biaya Unit Linked Premi Tunggal Pada pembayaran premi tunggal atau single premium (yaitu pembayaran premi hanya satu kali dan tidak ada kewajiban pembayaran di tahun berikut namun jika ingin menambah diperbolehkan), biasanya polis jenis ini juga membebankan biaya seperti Biaya Polis yang besarnya tetap (tidak dipengaruhi oleh besar atau kecilnya Uang Pertanggungan), Biaya Administrasi untuk menutup biaya awal polis dan Biaya Mortalita yang besarnya tergantung jenis kelamin, usia masuk serta besarnya Uang Pertanggungan. Kondisi kesehatan pemegang polis juga turut mempengaruhi besarnya biaya ini.Uang Pertanggungan yang dijamin adalah sebesar 150% dari investasi awal, jika tidak ada penarikan dana di kemudian hari oleh nasabah. Namun apabila terjadi penarikan dana di kemudian hari, Uang Pertanggungan akan berkurang. Sejalan dengan lamanya waktu investasi, apabila pertumbuhan dana investasi telah melebihi Uang Pertanggungan maka jika terjadi risiko kematian, manfaat yang didapat oleh ahli waris sebesar nilai investasi. Sebaliknya, jika nilai investasi ternyata lebih kecil dari Uang Pertanggungan maka manfaat yang didapat ahli waris adalah sebesar Uang Pertanggungan, dengan catatan jika perkembangan nilai investasi tidak lebih kecil dari biaya-biaya yang telah disebutkan diatas.
- Biaya Unit Linked Premi Berkala
Asuransi jenis ini pembayaran premi dilakukan berkala dan memiliki jangka waktu tertentu. Seperti asuransi polis premi tunggal, polis jenis ini juga membebankan Biaya Pengelolaan Investasi, Biaya Awal dan/atau Biaya Penebusan bagi unit linked yang menggunakan bid-offer price. Besarnya masing-masing biaya seperti yang sudah disebutkan diatas. Biaya Polis juga dikenakan, besarnya tetap (tidak dipengaruhi oleh besar atau kecilnya Uang Pertanggungan) dan ada Biaya Asuransi yang dikenakan untuk menutupi biaya mortalita yang besarnya variatif (tergantung usia masuk, jenis kelamin, besarnya Uang Pertanggungan serta faktor kesehatan).Biasanya pasa tahun pertama nilai investasi sangat kecil, ada juga yang sampai habis nilai investasinya. Tahun pertama dipergunakan untuk menutupi biaya penjualan, administrasi, asuransi dan keuntungan yang diinginkan oleh perusahaan asuransi jiwa.Namun demikian ada sebagian kecil dari produk unit linked di Indonesia yang mengalokasikan investasi pada tahun pertama sebesar 20%-100% dari premi dasar di tahun pertama. Sekilas terlihat menarik, namun setelah dilakukan penelitian ternyata biaya-biaya yang dibebankan kepada nasabah tidak sedikit, sebagai ilustrasi seorang calon nasabah akan membayar premi dasar yang lebih besar jika calon nasabah tersebut membeli produk unit linked yang mulai mengalokasikan investasi sejak tahun pertama dibandingkan dengan unit linked yang tidak mengalokasikan investasinya pada tahun pertama.Dari sekian kekurangan dan keunggulan unit link, ada beberapa hal yang harus di tanyakan :1. Tanyakan mengenai siapa yang akan mengelola uang kita2. Pelajari Fund Manager yang akan mengelola uang kita, paling simple adalah minta Track Record (Fund Fact Sheet) minimal selama 10 th kebelakang. Sehingga kita bisa melihat perkembangan Investasinya.3. Tanyakan mengenai berapa banyak uang kita tidak dialokasikan ke Investasi dan bagaimana aturannya, memang hampir setiap Asuransi memiliki kesamaan tapi biasanya ada perbedaan prosentase alokasi biaya.Asuransi unit link memberikan profit yang average dan safety hanya kelemahannya untuk jangka waktu yang lama dan juga suku bunga yang tergantung sikon pasar. Berhati-hati dengan banyak investasi yang ditawarkan karena biasanya investasi yang menjanjikan profit besarpun akan berisiko tinggi untuk gagal atau lost di dalamnya, ada tuju jenis investasi yang ada, dan sesuai hukum alam investasi yang safety lebih kecil profitnya daripada investasi yang menjanjikan profit tinggi karena risiko lost nya pun akan lebih besar. Cermati sebelum anda menerjuni dunia investasi sebelum merugi dikemudian hari.
Komentar
Posting Komentar